Kesadaran Kelola Limbah Masih Rendah, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Ajak Siswa SMP NU 1 Wonosamodro Manfaatkan Minyak Jelantah

GARANGAN, 29 Juli 2026 — Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2026/2027 melaksanakan program edukasi dan praktik pengelolaan limbah melalui pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi di SMP NU 1 Wonosegoro, Kabupaten Boyolali. Kegiatan tersebut menyasar 35 siswa kelas 8 sebagai upaya membangun kesadaran siswa terhadap sampah yang dihasilkan dari aktivitas konsumsi/ lingkungan sekitar mereka, sekaligus mengenalkan cara mengelolanya melalui prinsip Reverse Logistics.
Program ini dilatarbelakangi masih perlunya peningkatan kesadaran siswa dalam menjaga lingkungan dan memahami tanggung jawab terhadap limbah yang mereka hasilkan. Pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga bagaimana material yang telah digunakan dapat dikelola dan dikembalikan ke dalam siklus pemanfaatan.
Melalui program “Pelatihan Inovasi Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Berbasis Reverse Logistics”, mahasiswa KKN mengenalkan konsep Reverse Logistics, 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dan Circular Economy. Siswa diajak memahami bahwa tanggung jawab terhadap suatu barang tidak berhenti setelah barang digunakan, tetapi dapat dilanjutkan dengan mengelola kembali material yang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Pendekatan praktik digunakan agar siswa tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi dapat melihat secara langsung bagaimana limbah yang sebelumnya sudah tidak digunakan dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki fungsi baru.
Dalam kegiatan ini, Teza Amelia Putri, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro, berperan dalam menyusun materi edukasi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa SMP, menyiapkan alat dan bahan praktik, memberikan demonstrasi pengolahan minyak jelantah, serta mendampingi siswa selama proses pembuatan lilin aromaterapi.
Selain proses pengolahan, siswa juga diberikan ruang untuk mengembangkan hasil praktik menjadi konsep produk. Sebanyak 35 siswa yang terbagi dalam tujuh kelompok mengikuti proses mulai dari mengenali potensi minyak jelantah, memahami pemanfaatannya kembali, hingga mendiskusikan pengembangan produk.
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada siswa bahwa limbah yang dihasilkan memiliki tanggung jawab untuk dikelola kembali. Melalui prinsip Reverse Logistics, siswa diperkenalkan pada alur pengembalian material setelah digunakan, sedangkan pendekatan Circular Economy memberikan pemahaman bahwa material tersebut masih dapat memiliki fungsi dan nilai baru.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro berupaya membangun kesadaran lingkungan sejak usia sekolah melalui pendekatan yang praktis dan dekat dengan kehidupan siswa. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi menjadi salah satu contoh bahwa pengelolaan limbah dapat dimulai dari tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan, kemudian dilanjutkan dengan upaya pemanfaatan kembali secara kreatif dan bernilai guna.
Kategori SDGs: Program ini relevan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui edukasi mengenai tanggung jawab pengelolaan limbah, pemanfaatan kembali material, dan penerapan prinsip Reverse Logistics serta Circular Economy. Program juga mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran berbasis praktik yang meningkatkan kesadaran lingkungan, kreativitas, dan kemampuan kerja sama siswa.


